Mengatasi Pelanggaran Lalu Lintas Dengan ETLE
PELANGGARAN LALU LINTAS
1. Identification Of The Problem (Identifikasi
Masalah)
Pelanggaran lalu lintas adalah salah satu problema yang
terjadi di kota-kota besar di Indonesia. Bentuknya bisa beraneka ragam. Mulai
dari menerobos lampu merah, tidak membawa surat-surat penting saat berkendara,
sampai berkendara di jalur yang tidak semestinya. Pelanggaran
lalu lintas menyebabkan berbagai macam dampak negatif. Salah satunya yang
paling terjadinya adalah kecelakaan lalu lintas.
Secara sederhana, pelanggaran lalu lintas bisa
didefinisikan sebagai pelanggaran atas aturan yang berlaku di lalu lintas,
khususnya jalan raya. Dalam ranah hukum, pelanggaran lalu lintas termasuk
bagian hukum pidana yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1992.
Seperti halnya pelanggar hukum pidana umumnya, orang yang
menjadi pelanggar lalu lintas juga akan mendapatkan hukuman langsung dari pihak
aparat. Dalam konteks pelanggaran lalu lintas, aparat yang dimaksud tak lain
adalah polisi.
2. Gathering needed information (mengumpulkan
informasi yang dibutuhkan)
Pelanggaran lalu lintas masih sering terjadi meskipun berbagai upaya
mengatasi pelanggaran lalu lintas telah banyak dilakukan. Pelanggaran yang
masih sering dilakukan antara lain, seperti menerobos lampu merah, melawan arah
arus kendaraan, tidak melengkapi perlengkapan keselamatan dalam berkendara,
seperti helm, spion dan lain-lain, serta tidak membawa kelengkapan surat
kendaraan.
Pelanggaran lalu
lintas banyak memberi dampak negatif seperti dapat membahayakan diri
sendiri maupun orang lain. Baik yang mengendarai motor maupun pejalan kaki. Dampak lain yang terjadi akibat pelanggaran
lalu lintas antara lain:
· Bisa saja terjadi kecelakaan lalu lintas yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
· Menimbulkan lalu lintas menjadi tidak tertib.
· Kenyamanan para pengendara maupun pejalan kaki menjadi terganggu.
· Dapat menyebabkan kemacetan lalu lintas sehingga menghambat perjalanan.
· Misalnya bila kita menggunakan kendaraan diatas trotoar itu sama saja dengan mengambil hak pejalan kaki.
Pemerintah telah membuat sejumlah peraturan. Semua aturan yang telah dibuat bertujuan untuk mencapai kestabilan,
keamanan dan keselamatan setiap warga yang mengakses jalan raya. Kecelakaan
akibat tidak mematuhi aturan berlalu lintas telah banyak terjadi, namun hal itu
tidak dapat dijadikan titik jenuh atau sebagai sebuah kewaspadaan sehingga pelanggaran lalu
lintas membutuhkan solusi yang tepat .
3. Searching For Creative Solutions (Mencasi Solusi
Yang Kreatif)
Salah satu solusi
yang dapat dilakukan untuk mengatasi pelanggran lalu lintas adalah dengan
menggunakan system ELTE. Tilang electronic atau Electronic
Traffic Law Enforcement (ETLE)
merupakan sistem penegakan hukum dibidang lalu lintas yang berbasis
terknologi informasi dengan memanfaatkan perangkat elektronik berupa kamera
CCTV yang dapat menditeksi berbagai jenis pelanggaran lalu lintas.
Keunggulan ETLE diantaranya mampu menyajikan data
kendaraan bermotor secara otomatis. Sehingga ETLE menjadi terobosan dalam
penegakan hukum lalu lintas dari konvensional menjadi elektronik. Dengan adanya ETLE dapat mereduksi langsung
antara petugas dengan pelanggar, sehingga menjadi metode yang paling tepat di
era new normal.
Dalam pelaksanaanya, ETLE mampu mendeteksi 10 pelanggaran
lalu lintas diantaranya, pelanggaran traffic
light, pelanggaran marka jalan, pelanggaran ganjil-genap,
tidak mengenakan sabuk keselamatan, menggunakan ponsel saat mengemudi,
pelanggaran batas kecepatan, melawan arus, tidak menggunakan helem, pelanggaran
jenis kendaraan pada jalur atau kawasan tertentu dan pelanggaran keabsahan
STNK.
Dalam ETLE nasional, pelanggaran yang terjadi di suatu
wilayah walau kendaraan berasal dari wilayah lain, dapat dikoordinasikan dengan
satuan wilayah dimana kendaraan itu terdaftar. Sehingga dapat terditeksi dan
terintegrasi pada seluruh Polda dan terpusat di Korlantas Polri. Output dari ETLE adalah berupa foto
dan video hasil analisa pelanggaran lalu lintas yang akurat dengan
mengedepankan transparansi. Dalam
pembuktiannya, surat konfirmasi akan dikirim kepada para pelanggar. Di dalam
surat konfirmasi akan terdapat barcode yang bisa mendeteksi video terkait
pelanggaran yang dilakukan.
Komentar
Posting Komentar