ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) PADA SEKTOR TELEKOMUNIKASI

 Teknologi 6G


Ketergantungan masyarakat pada jasa internet dan konektivitas semakin meningkat seiring kebutuhan untuk bekerja dan belajar dari rumah serta akses ke tayangan hiburan di platform digital. Perkembangan teknologi memang tak bisa berhenti. Apabila dalam beberapa tahun belakangan, teknologi jaringan geberasi kelima (5G) makin populer diperkenalkan.  Beberapa operator telekomunikasi di Tanah Air pun sudah mulai melakukan komersialisasi. Kini, benih-benih awal lahirnya jaringan generasi keenam (6G) juga sudah mulai ditebar. 

6G AI Networking yang merupakan rencana pengembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence) AI. Sebagai salah satu pelopor teknologi yang percaya pada kemampuan AI terhadap pembangunan jaringan 6G. Termasuk di dalamnya, teknologi utama, dan fitur sistem yang akan digunakan dalam 6G. Teknologi 6G akan mengubah cara orang berinteraksi dengan AI dan memanfaatkannya sebagai teknologi yang dapat digunakan oleh semua orang.

Penerapan teknologi 6G, perangkat cerdas akan menggunakan AI untuk mengunduh dan menerapkan algoritma dalam menjalankan berbagai fungsi sehingga menghadirkan pengalaman baru yang lebih luas bagi para pengguna. Teknologi 6G akan menerapkan algoritme AI dengan tepat dan memungkinkan koneksi komunikasi yang optimal berdasarkan lokasi dan lingkungan fisik kendaraan, misalnya waktu dan cuaca.

Dalam waktu yang bersamaan, AI juga akan mengumpulkan data untuk pengembangan model yang berkelanjutan. Teknologi 6G akan menerapkan algoritme AI dengan tepat dan memungkinkan koneksi komunikasi yang optimal berdasarkan lokasi dan lingkungan fisik.

Perkembangan teknologi haruslah berorientasi pada masa depan. “Teknologi mobile communication telah berkembang cukup pesat selama satu dekade terakhir. Penerapan teknologi komunikasi yang supercangih seperti ini diharapkan akan segera dimulai. Penerapan jumlah perangkat yang memanfaatkan teknologi AI di dunia ini akan jauh melebihi jumlah populasi manusia.  Oleh karena itu, teknologi 6G sebagai teknologi komunikasi masa depan harus mampu memenuhi kebutuhan manusia dan mendukung fungsi AI lainnya. Arsitektur unik yang disempurnakan dengan AI ini akan mampu meningkatkan fungsionalitas dan kemampuan jaringan. Sehingga dapat secara otomatis mengoptimalkan diri, bekerja secara otonom dan dinamis, serta mendistribusikan resources secara cerdas.

Teknologi 6G dengan  kecerdasan buatan (AI) diyakini akan mengubah cara teknologi bekerja, belajar, berinteraksi, dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga teknologi dan manfaatnya dapat diaplikasikan bagi masyarakat. Sementara, teknologi AI akan bertindak sebagai dimensi baru dalam jaringan komunikasi masa depan, mengoptimalkan jaringan 6G, dan bekerja secara dinamis.


Komentar